Search

Lonely Hero

Sebuah Cerita Fiksi Penyendiri

GILBERT

10 Januari 2017

1.45 tadi malam, aku baru saja menutup kedai kopiku, dan siap menggeber motorku untuk pulang kerumah. Seorang laki-laki dari seberang jalan kedai kopiku datang menghampiri, dan meminta untuk mengantarkannya ke jalan Lambung Mangkurat. Aku tidak langsung menerima permintaannya, karena memang aku harus segera pulang karena memang perutku sudah sangat lapar

Terdiam sejenak, niatku untuk pulang kuurungkan dan langsung kudekati laki-laki itu yang memang sudah jauh sekitar 20 meter meninggalkanku, aku tau pasti dia kecewa dengan penolakanku kudekati dia dan bertanya kepadanya. “Aku – Mau kemana sebenarnya mas?” (memang aku belum tau namanya)

“Dia – Mau ke pelabuhan, mau ke Balikpapan”

“Aku – Mari kuantar saja ke jalan Lambung Mangkurat tadi (karena memang tidak terlalu jauh tempatnya)”

Di tengah perjalanan, aku ngobrol sebentar dan menanyakan dari mana sebenarnya dia dan ada urusan apa.  Dia bercerita kalau dia dari Balikpapan dan ingin ke Palaran, dia diajak kawannya untuk bekerja, saat sesampainya di terminal si kawan tak kunjung menjemputnya dan tidak mengangkat teleponnya. Akhirnya dia tersesat, bertanya kesana kemari dan ikut dengan truk hingga sampai ke SPBU di Sempaja

Jauh, iya sangat jauh jika dia ingin ke Palaran tapi terdampar di Sempaja dan jalan kaki dari sempaja hingga sampai di depan kedai kopiku. Aku merasa iba dengan dia, lalu kuantarkan saja dia ke pelabuhan, agar dia tidak harus berjalan jauh lagi karena memang dia sedang lelah dan uangnya juga mungkin tidak cukup untuk kembali ke Balikpapan

Sesampai di Mesjid Raya Darussalam dekat Pelabuhan, aku menyarankan untuk istirahat tidur sebentar hingga pagi tiba dan melanjutkan perjalanan. Kutitipkan nomer teleponku kepada dia, agar sewaktu-waktu jika dia masih di Samarinda dan tidak kembali ke kotanya dia bisa menghubungiku untuk meminta bantuan. Berpisahlah kami dengan diakhiri ucapan terima kasih dan jabatan tangan perkenalan, dia bernama Gilbert.

Keren Tanpa Rokok

Iya, aku adalah orang baru jika ingin dianggap keren. Karena baru lepas dari yang namanya rokok sejak 2012, masih baru kan. Tulisan ini bukan untuk ajakan untuk berhenti merokok, karena berhenti merokok adalah hak setiap orang dan ini hanya sedikit cerita pengalaman aku saat awal-awal berjuang berhenti merokok.

Niat, adalah hal yang paling utama saat aku memutuskan berhenti merokok dan tentunya ada hal lain yang buat aku untuk berhenti merokok, pada saat itu (2012, lupa pastinya kapan) aku langsung mengisap rokok terakhirku. iya aku merokok bisa sampai 2 bungkus sehari dan setelah itu langsung menolak semua tawaran dari kawan untuk merokok. Walau ada rasa nggak nyaman saat menolaknya, tapi itu harus dijalani.

Setelah 2 minggu berhenti merokok, efek dari candu dan kebiasaan menenteng rokok terlihat. Badanku mulai lemah dan demam tinggi sering terjadi, mungkin dalam tubuh saat itu sedang beradaptasi tanpa adanya nikotin dan tar. Lalu sebulan kemudian mencoba periksa ke dokter untuk cek darah, dan saat itu dinyatakan tyfus oleh dokter. Selepas sehat kembali, aku mengubah kebiasaan menenteng rokok dengan memakan buah dan cemilan. Kata orang makan permen juga ampuh untuk mengubah kebiasaan merokok, alhamdulillah berat badanku mulai naik dari yang hanya 45 kg berubah menjadi 50 kg.

Tidak sampai di situ, efek dari berhenti merokok semakin menjadi. 5 bulan setelah berhenti kembali sakit demam tinggi dan kedokter lagi dan kali ini bukan typus, melainkan gejala TB (TBC) dan berat badan turun lagi sampai 40 kg, untuk seorang yang tinggi 170 cm berat itu cukup mengagetkan. Akhirnya aku harus ikut program penyembuhan selama 6 bulan yang di mana obatnya sangat banyak dan tidak boleh absen sehari pun selama 6 bulan itu. Ngeri, iya sangat ngeri karena di saat itu juga pertama kalinya aku harus dirawat di rumah sakit, walau cuma seminggu.

Mulai saat itulah semakin besar dan benar keputusanku untuk berhenti merokok, dan akhirnya sampai sekarang dari sejak pertama kali berhenti sampai sekarang, karena ada pengorbanan di setiap usaha.

Paman Penjual Balon

​Kayuhan sepedanya terus berputar, tidak laju memang sepeda itu. Tepat di depan gang Kali Benawa sore itu dia berhenti sejenak, sambil menyeka keringatnya dan duduk terdiam sembari mengambil nafas panjang dan menghitung jumlah balon yang dia bawa.
Balon itu masih melayang dan terikat di bagian belakang sepedanya, masih terlihat banyak memang, tapi balon itu harus segera habis sebelum matahari tenggelam. Jika tidak, balon itu akan mengempis dan tidak bisa melayang lagi.
Dia kembali mengayuh sepedanya dan memasuki gang itu, sebuah harapan menanti di depan si paman. Semoga ada anak kecil melihatnya lewat dan merengek nangis untuk dibelikan balon itu oleh ibunya.
Penantian paman terjawab, seorang anak benar-benar melihatnya dan merengek untuk dibelikan balon itu. Satu, dua, tiga dan, seterusnya hingga hanya tersisa 2 balon masih terikat di sepedanya.
Si paman sedikit sumringah, akhirnya balon itu bisa terjual banyak dan mengurangi beban kayuhan sepedanya. Akhirnya paman bisa pulang dengan lega, bisa membawa cukup uang untuk keluarganya dan bisa sebagai tambahan modal untuk menjual balon lagi di esok hari.
Paman penjual balon, terima kasih sudah membuat si kecil senang

[LIST] Beberapa Hal Yang Berlebihan Dari Orang Indonesia

Halo, apa kabar? Kembali lagi di blog yang tidak penting ini. Semoga yang baca masih sehat, aamiin. Oke, sesuai dengan tema dari project #1minggu1cerita yaitu “Budaya Komsumtif” kali ini saya akan buat beberapa list tentang yang sedikit berhubungan dengan tema tersebut, dan dilihat dari judul mungkin ada yang akan berpikiran sama seperti saya. Baiklah kita mulai saja beberapa hal yang berlebihan dari orang Indonesia. 

1. OVER INTERNET

Pernah terbayang tidak jika di Indonesia, pengguna internetnya adalah salah satu yang paling besar di dunia? Jika berpikiran seperti itu tidak heran jika penggunaan kuota untuk internet melalui handphone pasti sangat besar, dan itu semua juga pasti memerluka kuota data yang tidak sedikit juga. Semisalnya saja saya sendiri yang bisa mengeluarkan dana untuk bisa berselancar di dunia maya mungkin bisa habis hingga 500 ribu sampai 1 juta Rupiah setiap bulannya, terbayang dong besarnya itu cuma untuk internet lewat handphone. Menurut saya itu adalah salah satu pengeluaran yang berlebihan, padahal dengan duit sebanyak itu bisa saja ajak teman atau keluarga untuk makan-makan bareng di cafe dan bisa bersosialisasi dengan orang lain. Bukannya malah sambil main handphone. 😀

2. MENGIDOLAKAN SELEBRITIS

Nah ini salah satu hal yang berlebihan juga dari orang-orang di negara ini, mengidolakan selebritis. Tahu kan ibu-ibu penggemar serial India dan Turki yang rela tidak masak buat suami dan anaknya demi nonton serial itu, remaja gadis labil yang geregetan dengan oppa-oppa korea yang menurut saya mukanya mirip semua rela dinding kamarnya penuh dengan poster oppa-oppa dan sampai terbawa mimpi bisa pacaran dengan oppa-oppa dan juga cowo-cowo tuna asmara yang menyebut dirinya VVOTA (red: wota) rela membawa lampu tukang parkir cuma untuk nonton dedek gemes nyanyi di atas panggung. 3 contoh di atas bisa jadi contoh mengidolakan selebritis yang berlebihan dari orang-orang kita di samping banyak lagi contoh lainnya.

3. TERPERDAYA BERITA HOAX

Nah ini seru nih, berita HOAX atau lebih dikenal berita bohong. Iya beberapa bulan terakhir negara ini banyak berseliweran di media tentang berita hoax, entah itu media sosial, media cetak dan juga media elektronik. Orang Indonesia mudah terperdaya dengan berita-berita hoax (semoga yang baca ini nggak) mungkin itu ada imbas dari kebanyakan buka media sosial yang menghabiskan kuota internet yang sebenarnya tidak perlu atau mungkin juga terlalu mengidolakan selebritis hingga akhirnya lupa kalau selebritis cuma manusia (apasiiihh). Tapi yang jelas terperdaya dengan berita hoax bagi orang kita sangatlah mudah jadi harap berhati-hati dalam menerima informasi. #piss

Nah sepertinya 3 hal tersebut adalah salah satu hal yang berlebihan dari orang-orang di Indonesia, dan 3 hal tersebut menurut saya sudah menjadi bahkan mungkin sudah membudaya di negara ini (MUNGKIN) dan mungkin juga banyak lagi hal-hal yang berlebihan di luar sana dari orang-orang kita.

Babak Baru Socku Peace

BABAK BARU SOCKUPEACE

Menjelang Ramadan, sekitar 2 bulan sebelum Ramadan Peace Kopi mengalami sedikit penjualan kopi dan akhirnya tepat setahun sejak buka April 2016 di April 2017 ini Peace Kopi harus tutup sementara, bukan selamanya. Berat, iya sangat berat untuk meninggalkan tempat yang sedikit banyak kenangan bahagia dan tidak ada kesedihan di Peace Kopi itu.

Sudahlah itu mungkin cuma intermezzo sedikit dari perjalanan seorang pemilik kedai kopi kecil. Babak baru telah datang, seorang Socku Peace harus menyeduh di tempat lain milik seorang teman dengan tantangan baru telah hadir, dari yang hanya penyeduh kopi rumahan hingga mempunyai kedai kopi sendiri yang terfokus di seduh manual, Socku Peace kini menjadi penyeduh kopi di tempat lain.

Tantangan baru itu adalah harus keluar dari idealisme seorang penyeduh kopi yang biasanya dan harus berhadapan dengan para peminum kopi bercampur gula atau susu, tidak hanya itu. Socku Peace juga di tempat baru ini menghadapi sebuah mesin espresso untuk kesehariannya. Berat, lumayan karena basic Socku Peace hanya seorang penyeduh manual bukan mesin kopi, untungnya Socku Peace sudah sedikit mengerti tentang Mesin Espresso.

Itulah babak baru seorang Socku Peace, penyeduh kopi rumahan yang harus meninggalkan sementara Peace Kopinya dan harus menjadi barista. Iya, barista bukan seorang peracik kopi biasa, sekarang barista sudah menjadi tren, terlebih setelah suksesnya film Filosopi Kopi yang tahun ini akan ada sekuelnya.

Jadi, jangan malu untuk jadi peracik kopi.
#Piss

LEGENDA YANG HILANG

http://www.kutaikartanegaranews.com/2016/07/seekor-pesut-mahakam-ditemukan-membusuk-di-muara-kaman.html
source http://www.kutaikartanegaranews.com/2016/07/seekor-pesut-mahakam-ditemukan-membusuk-di-muara-kaman.html

🐬”Kakak, di mana kita? kenapa kita bisa sampai ke sungai ini?”
🐬”tenang dik, kita mungkin lebih aman di sini, karena rumah kita sudah tidak layak untuk kita tinggali
🐬”kenapa kak? Padahal sungai itu kan rumah kita, kita sudah lama tinggal di sana, aku senang hidup berdampingan dengan mereka”
🐬”semua sudah berubah dik, sungai itu sudah tidak layak untuk kita, sungai itu sudah kotor dengan dengan limbah kayu, limbah batubara, dan sekarang sungai itu dipenuhi sampah. Sungai itu sudah terlalu ramai dengan aktifitas kapal dan klotok yang lalu lalang, itu tidak aman bagi kita”
🐬”tapi kak, bagaimana dengan sumber makanan kita? Apakah di sini cukup kita mendapat makanan, apakah banyak udang kecil yang bisa kita makan”
🐬”berdoalah dik, semoga keserakahan manusia tidak sampai ke sini, kita juga harus sering menjaga diri dan bersembunyi agar kita bisa selamat”

Mungkin begitulah percakapan Pesut Mahakam (orcaella brevirostris) saat mereka harus menghilang dari keganasan Sungai Mahakam di kota Samarinda yang semakin tidak terkendali, seperti diketahui satwa langka itu terancam punah sekarang, padahal dulu Pesut Mahakam hidup damai berdampingan dengan manusia di sungai besar Kalimantan, karena ada legenda tentang Pesut Mahakam

Iya, mereka harus menghilang. Menghilang dari keramaian dan kebisingan Sungai Mahakam, mereka harus mencari kualitas air yang baik untuk ditinggali, karena Sungai Mahakam di Samarinda sudah tercemar dan itu mengganggu habitat mereka

Kini, Pesut Mahakam hanya akan menampakan diri saat arus Kedang Pahu (anak Sungai Mahakam), Kecamatan Muara Pahu (Kutai Kartanegara) jauh dari kota Samarinda, di situ lah mereka tinggal untuk saat ini. Walau jika ingin melihat mereka muncul perlu dengan perjalanan yang jauh dan waktu yang lama

Pesut Mahakam hanya akan menampakkan diri saat waktu sebelum senja, karena Pesut Mahakam adalah satwa pemalu yang prilakunya sangat berbeda dengan lumba-lumba. Pesut adalah mamalia pasif yang suka menyembunyikan dirinya, sangat beruntung jika kita bisa melihatnya secara langsung dengan mata kita, buka berupa patung monumen atau gambar belaka.

 

14232506_1088715961182653_8045225825818396804_n
#1Minggu1Cerita

POWER RANGERS, BERUBAH!!! (review)

IMG_20170322_162410

Angle Grove diserang, setelah lebih kurang setahun menunggu untuk remake film Power Rangers, akhirnya hari ini tuntas sudah penasaran saya dengan 5 jagoan yang diidolakan anak 90an ini.

Power Rangers Movie, keberanian Haim Saban untuk membuat ulang dengan nuansa baru ini cukup bagus. Film yang menceritakan awal terbentuknya Power Rangers ini dimulai dengan ketidak kesengajaan pertemuan antara mereka berlima yaitu Jason, Billy, Zack, Kimberly dan, Trini di sebuah tambang emas dan  menemukan koin Rangers hingga sampai ke markas Power Rangers sehingga bertemu dengan Alpha 5 dan Zordon.

Mereka berlima berubah menjadi Power Rangers mempunyi kekuatan super siap melindungi Angel Grove dari ancaman Rita Repulsa dan juga Goldar, dengan kekuatan super dan zord mereka masing-masing. Yap, sesuai ekspektasi saya film ini bagus untuk ditonton dan akan sedikit membawa kembali ke jaman 90an, film yang cocok juga menjadi film keluarga, karena memang film ini untuk 13 tahun keatas saat dan telah lulus sensor.

Jadi tunggu apa lagi, ke bioskop lah sekarang karena banyak kejutan, ada lagu Power Rangers seperti yang sering kita dengar dulu di tengah film juga Pemeran Tommy dan Kimberly dari serial Power Rangers dulu sebagai cameo di film ini. Dan beruntunglah kita tinggal di Asia (Indonesia) bisa 2 hari lebih awal menontonnya sebelum premiernya di Amerika sana baru akan tayang tanggal 24 Maret nanti, karena pasar Asia memang lebih besar untuk menanyangkan film box office

Untuk film Power Rangers ini sendiri saya pribadi akan memberikan 4 (⭐⭐⭐⭐) bintang. Yok buruan dan jangan live streaming di sosmed kalian ya saat menonton. #piss

Kopi Menjana di Semenjana

14232506_1088715961182653_8045225825818396804_nSemenjana, berada di tengah-tengah. Bukan di atas atau di bawah, bukan di dalam atau di luar, bukan di kiri atau di kanan, hanya di tengah atau menengah. Itulah yang dikatakan oleh Tuan dan Nyonya Semenjana, sebuah rumah di bagian pinggir dikit Samarinda ibu kota Kalimantan Timur wilayah Sempaja perumahan Sempaja Lestari Indah, yang menyediakan berbagai pilihan kopi specialty dari berbagai tempat di Indonesia. Rumah Seduh Kopi Semenjana mereka menyebutnya.

 

Sudah hampir setahun lebih rasanya sering berkunjung ke Rumah Seduh Kopi Semenjana bahkan mungkin hampir setiap hari selalu ngopi di sana jika memang sedang menerima tamu-tamu atau sedang tidak liburan keluar kota. Rumah Seduh Kopi Semenjana. Ya, rumah seduh. Karena memang rumah mereka (Tuan dan Nyonya Semenjana) yang disulap menjadi tempat berkumpul dan ngopi. Mari kita sebut saja mereka Mas Rifki (Tuan) dan Mba Hilda (Nyonya) pasangan suami istri yang cinta terhadap kopi, nanti mungkin saya akan menceritakan latar belakang mereka suatu saat di sini. Karena sekarang saya akan menceritakan tentang Rumah Seduh Kopi Semenjana.

IMG_20170319_202143

Samarinda sendiri bisa dibilang gak ketinggalan soal kopi atau kedai kopi atau semua yang berhubungan dengan kopi, sejak beberapa tahun lalu perkembangan kopi di kota saya ini cukup cepat, mulai menjamurnya angkringan yang pasti ada menu kopinya walau sasetan, hingga coffee shop sejenis Starbucks juga mulai hadir. Dan 2 tahun terakhir ini kedai kopi dengan metode seduh manual (manual brew) yang hanya menyediakan menu kopi dari berbagai tempat  di Indonesia juga mulai ramai, gak salah kalau saya membahas salah satu tempat yang sedikit beda walau memang beda sebenarnya dengan kedai kopi.

*****

Rumah Seduh Kopi Semenaja, dimulai dari si Tuan (Mas Rifki) dan Nyonya (mba Hilda) yang baru pindah dari kota tetangga Balikpapan, yang hobi kopi dan hobi menyeduh kopi. Akhirnya mereka membuat sebuah kedai kopi berkonsep rumah seduh di gudang yang tidak terpakai di rumah mereka. Perlu diketahui sebelum membuka Rumah Seduh Semenjana, Mas Rifki adalah juara 1 Barista Throwdown untuk kategori seduh manual oleh komunitas pecinta kopi di Samarinda (Bubuhan Kopi Samarinda) bukan dari kalangan seorang barista cafe atau coffee shop, dan mulai dari itulah Mas Rifki memulai usaha hobinya ini yaitu Rumah Seduh Kopi Semenjana.

Menjana di Semenjana, kenapa saya bilang seperti itu! Karena Rumah Seduh Kopi Semenjana bukanlah cafe, kedai kopi atau coffee shop yang ramai dan banyak dikunjungi oleh pelanggannya dan letaknya di pinggir jalan, Rumah Seduh Kopi Semenjana hanya berada di satu komplek perumahan di Kota Samarinda. Menjana di Semenjana, karena memang kita hanya memesan kopi seduhan  yang pastinya langsung dari Tuan si juara Barista Throwdown #1 dan si  Nyonya pun dengan sigap akan menawarkan roti panggang, mie tek-tek dan makanan lain buatannya sendiri. Menjana di Semenjana, karena selain ngopi di Rumah Seduh Kopi Semenjana juga sangat akrab suasana santai tanpa keramaian musik ala cafe atau ramainya dari pelanggan lain, di Rumah Seduh Kopi Semenjana semua yang datang kesana belum kenal atau sudah kenal diajak ngobrol, berbicara dan membahas apapun satu sama lain. Menjana di Semenjana, selain ngobrol kita juga bisa membaca buku dari koleksi buku Tuan dan Nyonya Semenjana itu sendiri

Satu lagi kelebihan di Semenjana adalah kita bisa memesan biji kopi hasil sangraian si Tuan Semenjana jika kita ingin menyeduh kopi sendiri di rumah, dan terkadang dari coffee shop lain juga menggunakan biji kopi hasil sangraian Tuan Semenjana. Menjana di Semenjana, tempat ngopi yang beda dari Samarinda

Namaku Spesial

img_4422

Mengikuti tema minggu ini di #1Minggu1Cerita dengan tema “arti sebuah nama” kali ini aku mau bercerita sedikit tentang namaku Eka Supriadi dan panggilanku Socku Peace. Iya, namaku Eka Supriadi. Biasa sebenarnya iya biasa memang kalau dirasa atau dilihat orang lain, karena cuma nama Eka dan Supriadi.

Tapi menurutku nama Eka Supriadi adalah nama spesial yang diberikan oleh orang tuaku, kenapa spesial?? Menurut cerita orang tuaku dulu sebenarnya namaku itu panjang yaitu Eka Prasetya Panca Karsa, untuk ukuran seorang yang sukunya Bugis itu adalah nama yang jauh dari biasa dan katanya terlalu panjang dibandingkan dengan nama kelima saudaraku dan kedua orang tuaku yang hanya satu kata saja di setiap namanya. Akhirnya ibuku memutuskan hanya menggunakan nama Eka saja yang dipakai ditambah dengan Supriadi nama seorang dokter yang pernah merawat aku pada waktu aku baru lahir.

Agak aneh memang kenapa bisa pakai nama Eka yang artinya satu (1) padahal aku anak kelima dari enam bersaudara, tapi mungkin diambil dari Eka Prasetya Panca Karsa itu ya? Ditambah Supriadi jadilah Eka Supriadi, nama yang spesial karena punya 2 kata dibanding saudaraku yang lain.

Socku Peace, nama panggilanku. Karena aku sukunya bugis tidak afdol rasanya kalau tidak punya nama panggilan, seperti orang bugis pada umumnya pada saat kecil anak laki-laki akan dipanggil Aco dan anak perempuan dipanggil Becce jika baru lahir belum diberi nama. Lain cerita dengan diriku, aku memang sudah punya nama pada saat baru lahir. Nama Socku sendiri ditujukan padaku saat aku berumur sekitar 10 tahun oleh pamanku, dulunya cuma dipanggil Sokku tapi karena mengikuti jaman aku merubahnya menjadi Socku. Awalnya aku tidak tau arti nama itu tapi setelah kutanyakan ke pamanku ternyata dulu aku mirip dengan orang dikampung (Sul Sel) sana yang bernama Sokku.

Kata Peace sendiri aku tambahkan dibelakang nama Socku karena aku adalah seorang Slanker, yap Slankers dan aku juga cinta damai sih sebenarnya, hehe. Jadi nama panggilanku di Samarinda ini adalah Socku Peace bahkan waktu menjadi penyiar radio dulu aku juga menggunakan nama Socku Peace sampai di beberapa sosialku juga namanya Socku Peace, dan mungkin nama Socku juga satu-satunya di Indonesia atau dunia (kepedean)

Itulah namaku yang spesial Eka Supriadi A.K.A Socku Peace

 

Blog at WordPress.com.

Up ↑