SAMARINDA “belum tidur” 

Metropolitan, mungkin itu yang bisa digambarkan dari kota aku lahir, besar dan berdiri sampai saat ini, Samarinda yang berada di tengah Kalimantan Timur yang juga Ibu Kotanya. Samarinda sudah berubah, bukan lagi kota yang dikenal orang sebagai kota yang tidak terkenal, bukan lagi kota yang masih dibilang ketinggalan jam. Samarinda kini berubah menjadi kota metropolitan dan menjadi kota yang tidak tidur, itu yang bisa saya lihat sekarang ini dari kotaku tercinta ini. Semua itu bisa dilihat dari perkembangan dari segala aspek mulai dari pembangunan gedung bertingkat sampai tempat kulinernya. 

Ada beberapa yang bisa membuktikan kenapa Samarinda saya bilang dengan kota yang belum tidur, contoh pertama adalah di mana mulai bertambahnya tempat hiburan malam yang mulai banyak di kota ini, yang kedua adalah perkembangan cafe-cafe yang juga bisa dibilang cepat memenuhi di beberapa jalan samarinda dan ada beberapa cafe yang memang buka sampai dengan 24 jam, sedangkan yang ketiga adalah berubahnya salah satu kebiasaan yang dulu hilang seperti adanya warung yang 24 jam dan berubahnya warung nasi kuning yang dulu pagi kini menjadi buka pada saat malam hari hingga pagi hari.

Yap, Samarinda belum tidur. Dan sampai saat ini saya pun seperti ikut dalam kalimat seperti itu yang di mana sering sekali saya masih belum tidur sampai dengan jam memang seharunya dipakai untuk tertidur lelap, mungkin karena terikuti dengan kotaku tercinta ini Samarinda 

Dan memang samarinda belum tidur

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s