Aaaahhh, itu hanya slogan yang terdapat di setiap taksi yang ada di kota Samarinda. Eitss tunggu dulu taksi? Bukan, maksud saya angkot. Yap di Samarinda angkot (angkutan kota/umum) disebut taksi. Ini kotaku Samarinda, ibu kota Kalimantan Timur, kota yang dikelilingi Sungai Mahakam dan galian tambang, mari aku kenalkan kalian dengan kotaku ini.
Di Samarinda, kalian jangan tanya air laut di sini, karena tidak ada laut. Tapi jika kalian bertanya dengan orang yang lama tinggal di Samarinda, kalian akan ditunjukkan Sungai Mahakam. Orang Samarinda dulu mengatakan sungai itu adalah laut, entahlah kenapa disebut seperti itu. Mungkin saja karena Sungai Mahakam sangat luas, makanya disebut laut.
Jangan minta carikan taksi jika di Samarinda, karena kamu akan dicarikan angkot. Angkot adalah taksi, taksi adalah angkot, mungkin karena lambatnya perkembangan transportasi di kotaku ini makanya angkot disebut taksi.
   

Samarinda oh Samarinda, Teduh Rapi Aman dan Nyaman. Teduh apanya? Makin hari makin panas, pohon habis digusur jadi tambang. Rapi apanya? Gimana mau rapi kalau parkirnya banyak yang sembarangan, pembangunan asal-asalan dan tak kunjung selesai seperti Jembatan Mahkota II itu. Aman apanya? Sekarang masih sering ada kejahatan yang ujung-ujungnya disangkut pautkan dengan ormas tertentu. Nyaman apanya? Gimana mau nyaman kalau makin hari makin macet, walau segala cara dilakukan untuk mengurangi kemacetan itu, tapi masih ada yang nyerobot lampu merah, ada yang parkir sembarangan. Hufftttt
Samarinda oh Samarinda, Teduh Rapi Aman dan Nyaman. Teduh saat hujan sebentar dan banjir datang, rapi saat mau malam mingguan aja, aman saat berada di sekitar orang-orang yang katanya Ormas itu, nyaman saat uang kamu lagi tebal di dompet. 
Yah, walau begitu. Inilah kotaku Samarinda, kota kecil yang katanya besar, kota besar tapi sepertinya kecil. Kota tempat aku lahir, kecil, besar, punya teman, punya pacar, dan mungkin menikah (hahaha pede banget sih) 
Samarinda, Teduh Rapi Aman dan Nyaman (katanya) 

Advertisements