14232506_1088715961182653_8045225825818396804_nSemenjana, berada di tengah-tengah. Bukan di atas atau di bawah, bukan di dalam atau di luar, bukan di kiri atau di kanan, hanya di tengah atau menengah. Itulah yang dikatakan oleh Tuan dan Nyonya Semenjana, sebuah rumah di bagian pinggir dikit Samarinda ibu kota Kalimantan Timur wilayah Sempaja perumahan Sempaja Lestari Indah, yang menyediakan berbagai pilihan kopi specialty dari berbagai tempat di Indonesia. Rumah Seduh Kopi Semenjana mereka menyebutnya.

 

Sudah hampir setahun lebih rasanya sering berkunjung ke Rumah Seduh Kopi Semenjana bahkan mungkin hampir setiap hari selalu ngopi di sana jika memang sedang menerima tamu-tamu atau sedang tidak liburan keluar kota. Rumah Seduh Kopi Semenjana. Ya, rumah seduh. Karena memang rumah mereka (Tuan dan Nyonya Semenjana) yang disulap menjadi tempat berkumpul dan ngopi. Mari kita sebut saja mereka Mas Rifki (Tuan) dan Mba Hilda (Nyonya) pasangan suami istri yang cinta terhadap kopi, nanti mungkin saya akan menceritakan latar belakang mereka suatu saat di sini. Karena sekarang saya akan menceritakan tentang Rumah Seduh Kopi Semenjana.

IMG_20170319_202143

Samarinda sendiri bisa dibilang gak ketinggalan soal kopi atau kedai kopi atau semua yang berhubungan dengan kopi, sejak beberapa tahun lalu perkembangan kopi di kota saya ini cukup cepat, mulai menjamurnya angkringan yang pasti ada menu kopinya walau sasetan, hingga coffee shop sejenis Starbucks juga mulai hadir. Dan 2 tahun terakhir ini kedai kopi dengan metode seduh manual (manual brew) yang hanya menyediakan menu kopi dari berbagai tempat  di Indonesia juga mulai ramai, gak salah kalau saya membahas salah satu tempat yang sedikit beda walau memang beda sebenarnya dengan kedai kopi.

*****

Rumah Seduh Kopi Semenaja, dimulai dari si Tuan (Mas Rifki) dan Nyonya (mba Hilda) yang baru pindah dari kota tetangga Balikpapan, yang hobi kopi dan hobi menyeduh kopi. Akhirnya mereka membuat sebuah kedai kopi berkonsep rumah seduh di gudang yang tidak terpakai di rumah mereka. Perlu diketahui sebelum membuka Rumah Seduh Semenjana, Mas Rifki adalah juara 1 Barista Throwdown untuk kategori seduh manual oleh komunitas pecinta kopi di Samarinda (Bubuhan Kopi Samarinda) bukan dari kalangan seorang barista cafe atau coffee shop, dan mulai dari itulah Mas Rifki memulai usaha hobinya ini yaitu Rumah Seduh Kopi Semenjana.

Menjana di Semenjana, kenapa saya bilang seperti itu! Karena Rumah Seduh Kopi Semenjana bukanlah cafe, kedai kopi atau coffee shop yang ramai dan banyak dikunjungi oleh pelanggannya dan letaknya di pinggir jalan, Rumah Seduh Kopi Semenjana hanya berada di satu komplek perumahan di Kota Samarinda. Menjana di Semenjana, karena memang kita hanya memesan kopi seduhan  yang pastinya langsung dari Tuan si juara Barista Throwdown #1 dan si  Nyonya pun dengan sigap akan menawarkan roti panggang, mie tek-tek dan makanan lain buatannya sendiri. Menjana di Semenjana, karena selain ngopi di Rumah Seduh Kopi Semenjana juga sangat akrab suasana santai tanpa keramaian musik ala cafe atau ramainya dari pelanggan lain, di Rumah Seduh Kopi Semenjana semua yang datang kesana belum kenal atau sudah kenal diajak ngobrol, berbicara dan membahas apapun satu sama lain. Menjana di Semenjana, selain ngobrol kita juga bisa membaca buku dari koleksi buku Tuan dan Nyonya Semenjana itu sendiri

Satu lagi kelebihan di Semenjana adalah kita bisa memesan biji kopi hasil sangraian si Tuan Semenjana jika kita ingin menyeduh kopi sendiri di rumah, dan terkadang dari coffee shop lain juga menggunakan biji kopi hasil sangraian Tuan Semenjana. Menjana di Semenjana, tempat ngopi yang beda dari Samarinda

Advertisements