Search

Lonely Hero

Sebuah Cerita Fiksi Penyendiri

Entah, Mau Memaafkan Siapa

c4x6bg2uoaag6mu

Memaafkan, sampai saat ini masih bingung. Aku harus memaafkan siapa? Karena selama ini merasa belum pernah merasa ada yang bersalah kepada ku. Terlalu sombong mungkin iya, karena orang lain mungkin tidak ingin berbuat salah kepada ku atau mungkin  memang aku yang terlalu menyepelekan orang yang berbuat salah kepada ku, dan aku merasa bukan masalah besar jika ada yang bersalah kepadaku. Mungkin itu kesalahan yang tak disengaja atau memang tak untuk berbuat salah kepadaku (apasih,gak jelas).

Memaafkan siapa? Kalau mau flashback ke belakang mungkin yang harus dimaafkan adalah mantan aku (ciyeee mantan) karena si mantan memang pernah berbuat salah karena sudah jatuh cinta kepadaku (uhuk) dan akhirnya dia juga harus memutuskan hubungan itu karena alasan yang sangat tidak masuk akal “kamu terlalu baik buat aku”. Iya, dia sudah kumaafkan walau sakit (curhat ni bang).

Memaafkan siapa? Masih bingung mau memaafkan siapa, karena mungkin aku adalah tipikal bukan orang pendendam jadi aku rasa tak ada yang merasa bersalah kepadaku, lagian setiap tahunnya toh kita juga saling memaafkan di hari raya Idul Fitri.

Memaafkan siapa? Masih bingung lagi, seharusnya aku yang meminta maaf. Aku harus meminta maaf kepada diriku sendiri karena kadang masih khilaf melakukan yang tidak seharusnya kulakukan, aku harus meminta maaf kepada seseorang karena aku sudah jatuh cinta kepadanya (yaelah bang curhat lagi), aku harus meminta maaf kepada warung kopi ku yang ku tutup selama seminggu lebih kutinggal karena sesuatu (maaf ya lek), aku harus meminta maaf kepada The Kurir (usaha delivery service milikku) yang kuvakumkan sementara, padahal masih banyak pelanggan yang mencarinya, dan terakhir mungkin aku harus meminta maaf keorang tuaku di sana, maaf anakmu belum nikah umur segini (curhat lagi, hahaha)

Memaafkan siapa? siapa lagi? ah bingung banyak yang harus kumaafkan mungkin dan aku juga harus banyak meminta maaf, nanti lah saat lebaran mungkin akan saling maaf memaafkan

#piss

14232506_1088715961182653_8045225825818396804_n

KAMPUNG HALAMANKU MEMBOSANKAN TAPI DIRINDUKAN

IMG_4627
Monumen Pesut

Kampung halaman, mendengar kata itu yang ada di pikiranku adalah suasana desa yang asri dekat pegunungan tinggi dengan cuaca sejuk dan aroma daun-daun semerbak wanginya. Ah, pasti asik jika mempunyai kampung halaman yang seperti itu. Tapi tidak dengan kampung halamanku. Samarinda namanya, sebuah kota yang ada di timur Kalimantan. Samarinda, diambil dari kata “sama rendah” yang ditemukan oleh seorang keturunan Sulawesi bernama Daeng Mangkona dan pada tanggal 21 Januari kemarin tepat berusia 349 tahun.

Iya, Kota Samarinda adalah tempat di mana aku lahir dan tinggal sampai sekarang ini. Andai kalian tahu saja, kota ini sama halnya dengan kota-kota lainnya, mulai dari permasalahannya dan lain sebagainya, yang membedakannya mungkin kota lain punya tempat-tempat asik yang bisa dikunjungi sedangkan kota ini tidak terlalu banyak, sedikit tempat asiknya.

Samarinda itu membosankan. Iya, aku bisa bilang seperti itu karena aku sudah 30 tahun ada di kota ini. Apa yang bisa kubanggakan dari kota ini tidak banyak, paling-paling hanya Desa Budaya Pampang, Sungai Mahakam yang luas, atau cuma Islamic Centernya yang jadi landmark di salah satu game monopoli online (kita sebut saja get rich). Tidak banyak kan?. Tapi jika ingin tahu sedikit banyak tentang Samarinda bisa dilihat dari tulisan-tulisan ku sebelumnya di blog ini, ada beberapa yang bisa aku ceritakan tentang Samarinda, tentang legenda suku asli Kalimantan (dayak), permasalahan tembang batubaranya, sampai dengan makanan khasnya, atau jika ada yang ingin berkunjung ke Samarinda, aku tidak akan menolak untuk menemani berkeliling kota.

Samarinda itu membosankan, karena permasalahannya beberapa tahun belakangan ini hampir sama saja, yaitu banjir. Iya, beberapa titik di Kota Samarinda jika saat hujan deras turun akan ada genangan air, dan itu jadi salah satu hal yang sangat dibenci oleh warganya, seperti waktu itu saat hari jadi kota ini. Melalui akun twitter @samarindaupdate yang bertanya tentang harapan warganya di hari jadinya yang ke-349, hampir semua yang menjawab ingin Samarinda bebas banjir, padahal jika dilihat di kota-kota lain, banjir juga ada jika hujan deras. Tapi mungkin warga Samarinda memang sudah bosan dengan banjir yang semakin hari semakin  menjadi di kota ini.

 

Samarinda itu membosankan, kotanya sering banjir, makin macet, lebih bagus dari kota tetangganya Balikpapan dan juga Tenggarong, Samarinda juga nggak punya pantai dan pegunungan tinggi, daerah wisatanya juga kurang banyak, tidak mengherankan banyak warganya yang memilih kota tetangga untuk berlibur, dan benar saja apa yang dikatakan oleh beberapa teman dari kota lain yang ada di grup WA #1minggu1cerita sewaktu aku menayakan tentang Kota Samarinda ini.

waaaa
Grup WA #1minggu1cerita

Tapi di balik membosankannya kota kelahiranku ini, ada hal yang dirindukan. Seperti dulu sekitar tahun 2010 aku pernah beberapa bulan ke Jogjakarta untuk bekerja, rasa rindu akan kota kelahiran tidak bisa dibendung, dan akhirnya aku memilih pulang kampung dan meninggalkan pekerjaanku, padahal Jogjakarta adalah kota yang sangat bagus dan berbanding terbalik dengan Samarinda. Mungkin apa yang dikatakan oleh orang dulu atau bahasa gaulnya urban legend bahwa jika sudah meminum air Sungai Mahakam yang ada di Samarinda, kelak kamu akan kembali ke kota Samarinda, wallahualam.

Selain itu yang dirindukan dari Samarinda adalah makannya, yaitu Nasi Kuning. Makanan khas dari Samarinda ini memang beda rasanya dengan nasi kuning yang ada di tempat lain, entah kenapa aku juga tidak tahu kenapa nasi kuning Samarinda memang lebih enak, dan sebenarnya banyak makanan khas Samarinda lainnya yang bisa membuat Samarinda di rindukan (bisa cek di tulisanku sebelumnya Misteri Kuliner Asli Samarinda)

IMG_5184
NASI KUNING

Dan yang terakhir yang sangat dirindukan dari Samarinda adalah kenangan masa kecilnya, walaupun aku masih berada di Kota Samarinda ini sampai sekarang, aku merindukan masa kecilku dulu, bermain bersama kawan-kawanku dari siang sampai sore menjelang maghrib, berenang di Sungai Karang Mumus (anak Sungai Mahakam) yang dulu masih bersih, dan banyak kenangan lainnya yang kurindukan dari Samarinda. Tidak seperti sekarang yang anak kecilnya sudah lebih dewasa dari umurnya di mana dulu saat masih SMP mainan kami hanya bersepeda dan akan pulang saat jam 8 malam, berbeda dengan anak SMP sekarang yang sudah bisa membawa motor hingga pulang lewat dari jam 10 malam.

IMG_5614
Kawan-kawanku dulu

Itulah kampung halamanku yang membosankan tapi dirindukan. Samarinda Kota Tepian.


14232506_1088715961182653_8045225825818396804_n


Selamat Hari Ibu, Kotaku Samarinda

Selamat Hari Ibu, Kotaku Samarinda

 

Hai, bertemu lagi dengan saya. Apa kabar kalian? Semoga semua baik-baik saja, kembali saya akan menulis di blog ini. Masih tentang kota saya Samarinda, tapi akan sedikit berbeda dengan tulisan saya tentang Kota Samarinda sebelumnya, kali ini dalam rangka Hari Ibu, saya akan menuliskan sedikit banyak sisi lain dari Ibu Kota Propinsi Kalimantan Timur ini.

1482159218476.jpg
Monumen Pesut, Ikon Kota Samarinda

Ibu Kota, benar. Samarinda adalah Ibu Kota Propinsi Kalimantan Timur, jika kalian wahai pembaca budiman yang belum pernah ke Samarinda, di sini akan saya ceritakan sedikit tentang kota saya ini. Samarinda adalah kota yang berada di tengah Propinsi Kalimantan Timur, dan di Samarinda terdapat sungai yang terkenal dengan mamalia air tawarnya (pesut), yaitu Sungai Mahakam. Yap, Sungai Mahakam, jika kalian berkunjung ke Samarinda melalui jalan darat dari kota tetangga Balikpapan, kalaian akan disambut oleh keindahan Sungai Mahakam, saya menyebutnya indah karena Sungai Mahakam memang indah menurut saya, sungai yang memisahkan antara Samarinda kota dan Seberang Samarinda (Pantai Seberang atau PANSEB, red) begitu kami menyebutnya.

Sungai Mahakam adalah sungai yang tidak pernah berhenti beristirahat 24 jam, karena sungai ini adalah jalur lalu lintas kapal dan perahu (kapal kecil atau tambangan) yang lalu lalang setiap harinya, mulai dari kapal barang, kapal penumpang, hingga kapal penarik ponton batubara. Ada yang sedikit mencoret keindahan Sungai Mahakam dan sekaligus salah satu alasan saya menulis tentang kota saya ini dari kata batubara sebelumnya. Benar sekali batubara, Sungai Mahakam adalah sungai indah dengan segala aktifitasnya dan keindahan tersebut dikotori oleh lewatnya kapal penarik ponton batubara yang menggunung di atas air Sungai Mahakam. Mungkin bisa kalian bayangkan tumpukan batu menggunung berwarna hitam berada di tengah Sungai Mahakam, dan jangan heran dengan pemandangan tersebut karena pemandangan tersebut sudah ada sejak awal tahun 2000an. Pemandangan yang sudah biasa saya lihat, dan kadang terbesit sedikit pertanyaan dan bisa jadi pertanyaan kalian juga yang membaca “dari mana asal batubara itu?”.

1482159321974.jpg
Tempat distribusi batubara ke ponton 
1482159281457.jpg
Ponton pengangkut batubara yang melintasi Sungai Mahakam

Batubara itu berasal dari tambang yang hampir mengeliingi Kota Samarinda, walau sebenarnya ada beberapa tambang yang berada di luar Kota Samarinda. Salah satu asal batubara yang biasa saya lihat wara-wiri di atas Sungai Mahakam terdapat di salah satu daerah di Samarinda yang bernama Makroman, Makroman adalah desa hijau nan asri jika dilihat dari depan, tapi berbanding terbalik jika sudah masuk jauh kedalam.

1482159338506.jpg
Masukkan keterangan

Sebuah pemandangan tidak baik atau buruk yang ada di Kota Samarinda menurut saya, pemandangan yang bisa mengancam daerah sekitarnya hingga tampak seperti ingin membunuh. Inilah pemandangan daerah tambang yang ada di Makroman,salah satu daerah tambang dari banyak tambang yang ada di Samarinda. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya bahwa pemandangan batubara bisa mengancam daerah sekitar, seperti ancaman kepada Bapak Baharudin. Bapak Baharudin adalah petani yang sampai saat ini mempertahankan sawahnya dari pertambangan Batu Bara milik CV Arjuna.

1482159380832 (1).jpg
Bapak Baharudin, yang sampai sekarang masih mempretahankan lahan pertaniannya dari tambang

 

Datang pada tahun 2000 dan sempat merasakan Panen Raya bersama petani lainnya pada saat itu, Bapak Baharudin kini harus berjuang melawan dengan segala upaya untuk bisa terus bertahan dan kembali merasakan Panen Raya seperti dulu awal di datang ke Makroman.Untuk sekedar diketahui bahwa tambang batubara bisa merusak ekosistem sekitarnya, selain merusak hutan dan mengakibatkan hilangnya daerah resapan yang berakibat banjir, dan air yang berada di bekas daerah tambang juga beracun dan tidak layak untuk digunakan bertani ataupun untuk dikomsumsi. Selain CV Arjuna, masih banyak perusahaan tambang lainnya yang mengancam petani layaknya Bahar, dan bukan hanya di Makroman saja, di daerah lain di Kota Samarinda juga masih ada tambang yang lebih mengancam bahkan pernah menghilangkan nyawa seorang bocah

IMG_20161215_133951.jpg
Bekas lubang tambang yang ada di Makroman yang dikelola oleh CV Arjuna

 

Bocah tersebut bernama Muhammad Raihan Saputra, salah satu korban tenggelam dari 15 anak yang meninggal di lobang bekas galian tambang. Bocah polos kelahiran 2002 tewas pada tahun 2014 saat bermain bersama kawannya di area  lobang bekas galian tambang milik PT Graha Benua Etam di daerah Sempaja Samarinda Utara, ujar Rahmawati ibu Raihan. Saat ini  Rahmawati masih mencari keadilan atas tewasnya Raihan dan juga banyak anak lainnya yang tewas karena lubang tambang melalu petisi di Change.org. Petisi yang ditujukan untuk Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Ibu Siti Nurbaya dan juga Walikota Samarinda Syaharie Jaang. Seperti yang dikutip dari Mongabay.co.id dalam petisi tersebut Rahmawati menulis betapa hancur hatinya saat mendapat kabar bahwa putra kesayangannya meninggal di kolam bekas lubang tambang yang dibiarkan terbuka selama tiga tahun, dan kado pahit yang dia terima saat peringatan Hari Ibu (22/12/2014)

IMG_20161215_170751 (1).jpg
Ibu Rahmawati

Hari Ibu, Seperti  Rahmawati Ibu Kota (Samarinda) juga hancur hatinya karena sampai saat ini sudah 15 anak yang meninggal di kolam bekas lubang tambang, entah apa yang dirasakan Ibu Kota (Samarinda) ini rasakan sekarang, dia merasakan ketidak adilan karena masih banyak tambang yang bisa saja merenggut nyawa anak-anak lainnya. Ya, inilah kotaku Samarinda, kota yang dikelilingi lubang tambang berbahaya. Dalam rangka Hari Ibu, mungkin begitu juga perasaan Ibu Kota Samarinda, sama dengan Ibu Rahmawati, yang mencari keadilan atas semua yang telah dilakukan perusahaan tambang batubara kepadanya. Selamat Hari Ibu, Kotaku Samarinda

Permintaan yang terlalu cepat

Ah, ini hanya secuil keinginan saat nanti pas bertambah umur yang diperkirakan sebentar lagi. Tiba-tiba saja menginginkan dua hal yang mungkin saja tidak bisa langsung tercapai.
Tapi kenapa tidak? Jika waktu berkata lain bisa saja yang kuinginkan itu bisa terjadi. Tidak terlalu susah sebenarnya untuk mewujudkannya, hanya langsung bilang dan setuju, maka bisa tercapai apa yang kuinginkan itu.
Pertama adalah, bisa berada di depan(nya) sambil menikmati kopi dan bercerita tanpa harus sibuk dengan gadget dan lainnya, hanya mendengarkan dia bercerita dan menatap matanya yang sedikit tertutup saat tersenyum. 

  

Kedua adalah berada di sampingnya saat menunggu jingga dari timur di tempat yang menurutku tertinggi di kota ini, tempat rahasia yang selalu jadi tempat saat aku rindu akan kehangatan dari jingga, sambil menceritakan keindahan tempat itu dan semua yang ingin aku ceritakan ke (dia) 

  
Tapi kedua permintaan itu terlalu cepat. Yah, kita liat saja nanti dan semoga tercapai.

Amiinn

This Is Samarinda

tumblr_lmnw8ttRva1qgz0g4o1_500

Hari terakhir dari proyek menulis #30HariKotakuBercerita, wah akhirnya selesai sudah. Banyak yang sudah saya ceritakan tentang kota saya Samarinda, walaupun ada 2 tema yang saya lewati, tapi saya janji akan menuliskan 2 tema itu lain waktu.

Ya, inilah kota saya Samarinda. Ibu kota provinsi Kalimantan Timur, apa yang saya ceritakan di tema-tema sebelumnya sebenarnya belumlah semua yang saya ceritakan. Samarinda banyak cerita, 29 hari kemarin masih belum lengkap.

Apasih yang ada di Samarinda? kalau kalian para pembaca mengira Samarinda itu kota terbelakang dan tidak modern, kalian salah. Dan saya akan menyangkalnya, karena Samarinda itu LUAR BIASA. Mau disamakan dengan Ibu Kota Jakarta? Bisa aja, walau songong rasanya, tapi itulah Samarinda. Kota yang terkadang disepelekan dan dibanding-bandingkan dengan kota tetangganya yang katanya kota paling dicintai, upps. 

Ya, Samarinda hampir sama dengan Jakarta. Mulai dari permasalahannya hingga yang bisa dibanggakan, jangan salah di Samarinda itu hebat. Kita sebut saja Jembatan Mahkota II, jembatan yang terlama pengerjaannya menurut saya, hebat kan? Bekas galian tambang yang menewaskan anak kecil hingga 11 orang, hebat kan? Oke kita bahas lain kali soal 2 itu.

Samarinda itu hebat, iya hebat. Permasalahannya dengan kota-kota besar lainnya sama kok, mulai dari macet, sampah, parkir liar dan lain banyak sebagainya. Samarinda oh Samarinda, jangan salah Samarinda pernah dapat Aga Khan Award waktu itu di Citra Niaga (pernah saya bahas di tema sebelumnya). Samarinda hebat kok, ada band postrock kok, pencipta lagu terkenal juga ada kok sebut saja (M Novi Umar) oiya jangan salah klub sepak bola juga ada kok (Pusamania Borneo FC) terus KPFM (jadi media partner #30HariKotakuBercerita) terus jangan salah, direktur Jawa Pos Grup juga lahir dari Samarinda Azrul Ananda anak dari Dahlan Iskan

Samarinda ada kok bandara, tuh ada Bandara Temindung dan yang akan hadir nanti ada Bandara Sungai Siring, Samarinda punya Big Mall, Tempat rekreasi di Samarinda juga banyak, ada puncak tertinggi di Samarinda (Bukit Batu Putih) yang sering dijadikan tempat selfie para anak muda, Samarinda punya pelabuhan kok, Samarinda juga bakalan ada jalan tol, dan Samarinda juga katanya akan ada kereta api (nggak tau kapan)

Ya, ini Samarinda. Anak mudanya kreatif, banyak yang keren-keren, seni dan budayanya juga masih oke kok. Walau kadang dilupakan. This Is Samarinda punya situs web andalan Undas.co dengan taglinenya “Situs Andalan Samarinda”. Samarinda punya juga kok yang seperti Go-Jek namanya The Kurir yang sudah mulai dari tahun 2012 lalu berjalan (oke yang 2 terkahir sedikit promosi karena emang kerjaan saya, tapi itu keren)

Samarinda, kota saya. Kota hebat yang ada di timur kalimantan, dan MASIH DALAM KAWASAN INDONESIA

Oke, terima kasih sudah membaca tentang Samarinda melalui #30HariKotakuBercerita

THIS IS SAMARINDA

Di Rumahku, Di Kali Benawa

Ini ada sebuah gang yang ada di Samarinda Kalimantan Timur, saya tinggal di sini sudah sekitar 20 tahun. Inilah sebuah gang yang saya tau perkembangannya mulai dari jalannya masih rawa hingga sekarang sudah bersemen, di sinilah saya dibesarkan. Kali Benawa, tempat saya bermain layaknya anak-anak dulunya berlarian hinggan bermain petak umpet, dan tempat yang kuanggap semuanya yang tinggal di dalam gang ini adalah keluarg. Masih teringat jelas saat saya harus berkumpul dengan teman-teman saya sampai malam hari hanya untuk bercerita dan bermain gitar.

  
Kali Benawa sudah saya anggap seperti rumah, karena jika sudah masuk kedalam gang ini sapaan dari orang-orang terdengar sangat ramah. Ah, entah kenapa rasa semua yang ada di dalam gang ini membuat saya menjadi aman dan nyaman. Dan memang saya tinggal di gang ini.
Kali Benawa, dulu punya sebuah klub sepakbola bernama REGAS MUDA, sebuah Klub yang yang namanya diambil dari klub di Sulawesi Selatan, Bone sana. Ya karena mayoritas warga yang ada di Gang Kali Benawa adalah bersuku Bugis, termasuk saya. REGAS MUDA, ah saya rindu dengan mereka, jarang mendapat juara tapi jika sudah bertanding di lapangan hijau (liga tarkam) jangan heran akan suporter yang hadir bisa sampai membawa 2 bis dan angkot untuk mengangkut semua supporternya. Oh saya masih ingat harus lari ketengah lapangan membawa bendera hanya untuk merayakan selebrasi gol dari Regas Muda, ya saya cuma seorang suporter, hehehe.

  
 Tak hanya itu Kali Benawa juga dulu punya Band yang bisa di perhitungkan ddan sering mengikuti festival di Samarinda, dulu nama bandnya ada Executive Funky dan Funky Tech sudahlah kalau mau membahas soal band ini bakalan tidak cukup waktu untuk menceritakannya.
Kali Benawa. Rumahku

Kerupuk Mihun

Sebenarnya sudah pernah menuliskannya ini di blog yang dulu sekali, tapi apa salahnya saya post ulang di blog lama tapi baru atau baru tapi lama.

pic by http://sockupeace.blogspot.co.id/2010/09/krupuk-mihun.html
pic by http://sockupeace.blogspot.co.id/2010/09/krupuk-mihun.html

KRUPUK MIHUN, Nah ini dia salah satu jajanan anak sekolah dasar (SD) yang menurut saya paling digemari pada saat itu (jaman saya SD). Jajanan yang dibuat dari Kerupuk yang terbuat dari beras dan dibentuk tipis dan melebar seukuran dengan kertas tulis anak SD dan di atasnya di beri mihun/bihun dan sedikit sambal diatasnya, hmmm yummy (jadi laper nich)

Di tahun sekarang ini mugkin kerupuk mihun sudah sangat jarang di temukan di SD-SD yang ada di samarinda, itu karena mungkin juga telah tergeser oleh jajanan/makanan cepat saji yang sekarang sudah mulai banyak dijual di sekitar SD, tapi ada beberapa kantin SD juga yang masih mempertahan kan tradisi menjual Kerupuk mihun.

Kenapa kerupuk mihun jadi jajanan kegemaran anak SD pada saat itu? Menurut saya karena dari harganya yang sangat murah, kalau dulu masih Rp.300 s/d Rp.500 (tahun 90an) dan pada saat makan nya juga asik bisa barengan sama teman yang lain, dan kalo misalnya salah teknik makan bisa saja mihun nya jatuh dan mengotori seragam sekolah (wkwkwkwkw ketahuan dulu gak sering salah cara makan nya)

Kenapa saya menulis tentang Kerupuk mihun ini? Ya karena saya merindukan saat SD dulu, sama halnya dengan teman-teman saya, mereka juga sangat rindu dengan masa SD dulu. Ada beberapa teman saya yang kepengen banget makan Kerupuk mihun sampai-sampai berniat untuk membuatnya sendiri, saya langsung mengatakan kepada dia kalau rasanya bakalan beda, ya kenapa beda? kalau untuk rasa di lidah memang sama tapi sebenarnya yang membedakan adalah suasana dan nikmatnya makan krupuk mihun bareng teman-teman SD. Pasti akan terasa bedanya krupuk mihun yang dibuat sendiri dengan yang dibeli dengan ACIL kantin SD (hoho berasa nostalgia nich)

Seperti inilah bentuk kerupuk mihun yang sekarang gak ada bedanya dengan yang dulu hahahai

Legenda Dari Tanah Borneo

Ini sebenarnya bukanlah mitos atau legenda dari Samarinda atau Kalimantan Timur saja, tapi mitos ini sudah terdengar dari dulu di seluruh bagian Kalimantan lainnya

pic by google
ilustrasi sosok Panglima Burung – pic by Google

Sengaja saya menjabarkannya kembali di sini agar supaya bagi yang belum tahu bisa mengetahuinya tentang mitos sekaligus legenda dari tanah Borneo, dia adalah Panglima Burung (hmmm sudah seperti intro film kolosal gak? hehehe)

Kalimantan, salah satu pulau terbesar di Indonesia. Yang juga menjadi sala salah satu paru-paru dunia dengan hutan lebatnya (walau lagi kebakaran hutan di beberapa tempat karena kemarau) pulau yang indah nan elok yang suku aslinya lebih didominasi oleh suku dayak. Suku dayak pun banyak macamnya, tapi ada satu mitos yang juga menjadi legenda bagi suku dayak dan warga Kalimantan itu sendiri, yaitu Panglima Burung .

Panglima Burung dipercaya sebagai seorang yang sangat agung, berwibawa, sakti dan bisa dibilang sebagai pemimpin dengan jiwa ksatria, sosok Panglima Burung diceritakan tinggal di pedalaman Kalimantan dan sering disebut sebagai Pangkalima dan dipercaya mempunyai kekuatan gaib. Banyak cerita tentang sosok Panglima Burung, mulai dari dia adalah seorang laki-laki atau perempuan, bahkan ada yang mengatakan kalau Panglima Burung berumur ratusan tahun, hingga ada yang menyebutkan kalau Panglima Burung kadang berubah menjadi seekor burung enggang, burung khas Kalimantan.

Burung Enggang, burung khas endemik Kalimantan - pic by google
Burung Enggang, burung khas endemik Kalimantan – pic by Google

Tidak hanya sakti, berwibawa dan agung sih sebenarnya. Sosok Panglima Burung juga digambarkan sebagai seorang yang penyabar, kalem dan cinta damai (seperti saya cinta damai juga, hehehe). Pernah diceritakan bahwa Panglima Burung pernah keluar dari tempatnya di pedalamannya sana pada saat kerusuhan di Sampit, tapi sampai sekarang kebenaran itu tidak terlihat, dan hanya sebagai isapan jempol semata.

Panglima Burung juga disebut sebagai pemersatu suku Dayak - pic by Google
Panglima Burung juga disebut sebagai pemersatu suku Dayak – pic by Google

Namun yang bisa kita gambarkan bahwa Panglima Burung adalah cerminan suku Dayak secara umum. Baik itu sifatnya, tindak-tanduknya, dan segala sesuatu tentang dirinya adalah cerminan orang Dayak itu sendiri, maka tidak heran jika Panglima Burung selalu menjadi mitos dan legenda, bagi orang banyak tapi tidak bagi orang Dayak.

Itulah sedikit cerita tentang mitos dan legenda dari Kalimantan, bukan hanya Samarinda.

Kalian Tidurlah (16 September 2015 | 02.30 WITA) 

Kalian tidurlah. Hari sudah bisa dibilang pagi, jangan tunggu si jingga menari dibalik asap yang sudah menjadi. 

Kalian tidurlah. 

Esok hari sudah menanti, banyak yang harus dipelajari, walau harus kesana kemari 

Kalian Tidurlah. 

Ini sudah larut sekali, larut akan nikmatnya mimpi, mimpi yang harusnya dibeli 

Kalian Tidurlah

Blog at WordPress.com.

Up ↑