Search

Lonely Hero

Sebuah Cerita Fiksi Penyendiri

Logan, Akhir Dari Wolverine

(SPOILER ALERT)
Kali ini aku akan sedikit mereview film yang paling ditunggu di 2017 yaitu Logan. Untuk pertama kalinya mungkin di film inilah diperlihatkan kebuasan seorang Logan A.K.A Wolverine dibanding dengan 2 film sebelumnya. Di film ini juga kita akan disuguhkan adegan-adegan yang berdarah dan juga cerita yang tidak membosankan hingga akhir film, dan benar saja jika film ini diberi rated R karena adegan berdarah tersebut dan juga kata-kata kasar tersuguh dalam film ini.

Film yang mengambil waktu tahun 2029 ini menceritakan seorang Logan yang sudah tua harus berjuang keras melawan racun dari Adamantium yang ada dalam tubuhnya dan memerlukan obat penguat agar bisa sedikit normal, Logan juga harus menyelamatkan Charles Xavier (Patrick Stewart) dan X-23 atau Laura seoran mutan buatan yang mempunyai kekuatan sama seperti Logan dan seperti yang sudah gencar diberitakan jika film ini adalah film terakhir Hugh Jackman sebagai Wolverine sepertinya memang benar, kita akan melihat kematian Logan dan juga Charles X di film ini.

Yang paling menyita perhatian di film Logan ini adalah X-23 (Laura) yang kecil-kecil sadis saat bertarung, dan sepertinya si Wolverine kecil akan ada di film X Men selanjutnya.

Itu saja yang aku bisa sampaikan tentang film Logan dan iya ini memang spoiler, jadi langsung saja ke bioskop terdekat karena film ini dapat nilai 8,5 dari 10 bagi aku.

#piss
#logan

5 Tempat Malam Mingguan di Samarinda

Oke kali ini aku bakalan beri kamu tempat asik buat nongkrong malam minggu yang ada di Samarinda walau sebenarnya malam minggu sudah lewat

1. Tepian
Mungkin ini adalah tempat paling ramai didatengin oleh warga Samarinda mulai dari dulu, karena mungkin hanya tempat ini yang bisa ngewakilin landmark kota Samarinda dari dulu atau sekarang dengan patung pesut dan dengan view Sungai Mahakam serta kapal atau ketinting yang hilir mudik. Bukan cuma nongkrong, jajanan di Tepian juga saat ini sudah banyak yang bisa disantap.
2. Teluk Lerong Garden
Tidak jauh dari Tepian, ada yang namanya Teluk Lerong Garden. Hanya sekitar 200 meter dari tepian dengan berjalan kaki, kamu sudah bisa ke Teluk Lerong Garden. Tempat ini sangat mudah diingat dengan pohon beringin yang berumur ratusan tahun, sebelumnya bernama Monumen Kapal Tambangan, karena memang ada ada sebuah monumen kapal tambangan (ketinting). Selain dengan pohon beringin yang berumur tua tersebut, teluk lerong garden juga identik dengan lampion yang bertuliskan Teluk Lerong Garden. Sebenarnya ada tempat yang sejenis Teluk Lerong Garden yaitu Mahakam Lampion Garden, tapi sayang tempat itu hanya buka pada awal-awal saja dan kini tutup karena sedang dalam renovasi.

3. Taman Cerdas PKK
Tempat ini mungkin lebih asik didatengin pada saat sore hari, tempat yang dulunya adalah skate park dan disulap menjadi Taman Cerdas PKK. Jika sore hari di weekend Taman Cerdas dipenuhi dengan anak-anak yang didampingi orang tuanya, karena di Taman Cerdas ada tempat untuk bermain anak seperti ayunan dan lain-lain, bukan hanya itu ada juga patung karakter kartun yang tersebar di seluruh taman
4. Cafe (Coffee Shop)
Nah tempat ini mungkin sudah banyak di Samarinda dan banyak juga yang menawarkan konsep yang berbeda, mungkin ada beberapa tempat yang memang menawarkan rasa di setiap hidangan makanan atau minumannya, ada juga menawarkan view landscape kota Samarinda pada malam hari walau makanan atau minumannya juga boleh dicoba.
5. Rumah
JOMBLO jangan baca! yup tempat paling asik adalah di Rumah sendiri, karena kata orang tak ada tempat senyaman seperti rumah sendiri (Home Sweet Home) apalagi jika kamu jomblo. Jika di rumah kamu bebas mau ngapain, gak perlu keluar duit parkir, gak perlu bayarin pacar makan atau minum, cuma perlu minum sachetan makan mie instan, hehehe.. biarpun keliatan kasian, di rumah ada saat paling berharga yaitu bersama keluarga, kamu bisa habiskan waktu malam minggu kamu dengan keluarga, pasti deh bakalan gak ada yang ngalahin waktu bersama keluarga

Yup, mungkin cuma itu yang bisa berikan buat malam minggu kamu nanti, tinggal pilih aja deh kalo kamu bingung. Selamat mencoba

Entah, Mau Memaafkan Siapa

c4x6bg2uoaag6mu

Memaafkan, sampai saat ini masih bingung. Aku harus memaafkan siapa? Karena selama ini merasa belum pernah merasa ada yang bersalah kepada ku. Terlalu sombong mungkin iya, karena orang lain mungkin tidak ingin berbuat salah kepada ku atau mungkin  memang aku yang terlalu menyepelekan orang yang berbuat salah kepada ku, dan aku merasa bukan masalah besar jika ada yang bersalah kepadaku. Mungkin itu kesalahan yang tak disengaja atau memang tak untuk berbuat salah kepadaku (apasih,gak jelas).

Memaafkan siapa? Kalau mau flashback ke belakang mungkin yang harus dimaafkan adalah mantan aku (ciyeee mantan) karena si mantan memang pernah berbuat salah karena sudah jatuh cinta kepadaku (uhuk) dan akhirnya dia juga harus memutuskan hubungan itu karena alasan yang sangat tidak masuk akal “kamu terlalu baik buat aku”. Iya, dia sudah kumaafkan walau sakit (curhat ni bang).

Memaafkan siapa? Masih bingung mau memaafkan siapa, karena mungkin aku adalah tipikal bukan orang pendendam jadi aku rasa tak ada yang merasa bersalah kepadaku, lagian setiap tahunnya toh kita juga saling memaafkan di hari raya Idul Fitri.

Memaafkan siapa? Masih bingung lagi, seharusnya aku yang meminta maaf. Aku harus meminta maaf kepada diriku sendiri karena kadang masih khilaf melakukan yang tidak seharusnya kulakukan, aku harus meminta maaf kepada seseorang karena aku sudah jatuh cinta kepadanya (yaelah bang curhat lagi), aku harus meminta maaf kepada warung kopi ku yang ku tutup selama seminggu lebih kutinggal karena sesuatu (maaf ya lek), aku harus meminta maaf kepada The Kurir (usaha delivery service milikku) yang kuvakumkan sementara, padahal masih banyak pelanggan yang mencarinya, dan terakhir mungkin aku harus meminta maaf keorang tuaku di sana, maaf anakmu belum nikah umur segini (curhat lagi, hahaha)

Memaafkan siapa? siapa lagi? ah bingung banyak yang harus kumaafkan mungkin dan aku juga harus banyak meminta maaf, nanti lah saat lebaran mungkin akan saling maaf memaafkan

#piss

14232506_1088715961182653_8045225825818396804_n

KAMPUNG HALAMANKU MEMBOSANKAN TAPI DIRINDUKAN

IMG_4627
Monumen Pesut

Kampung halaman, mendengar kata itu yang ada di pikiranku adalah suasana desa yang asri dekat pegunungan tinggi dengan cuaca sejuk dan aroma daun-daun semerbak wanginya. Ah, pasti asik jika mempunyai kampung halaman yang seperti itu. Tapi tidak dengan kampung halamanku. Samarinda namanya, sebuah kota yang ada di timur Kalimantan. Samarinda, diambil dari kata “sama rendah” yang ditemukan oleh seorang keturunan Sulawesi bernama Daeng Mangkona dan pada tanggal 21 Januari kemarin tepat berusia 349 tahun.

Iya, Kota Samarinda adalah tempat di mana aku lahir dan tinggal sampai sekarang ini. Andai kalian tahu saja, kota ini sama halnya dengan kota-kota lainnya, mulai dari permasalahannya dan lain sebagainya, yang membedakannya mungkin kota lain punya tempat-tempat asik yang bisa dikunjungi sedangkan kota ini tidak terlalu banyak, sedikit tempat asiknya.

Samarinda itu membosankan. Iya, aku bisa bilang seperti itu karena aku sudah 30 tahun ada di kota ini. Apa yang bisa kubanggakan dari kota ini tidak banyak, paling-paling hanya Desa Budaya Pampang, Sungai Mahakam yang luas, atau cuma Islamic Centernya yang jadi landmark di salah satu game monopoli online (kita sebut saja get rich). Tidak banyak kan?. Tapi jika ingin tahu sedikit banyak tentang Samarinda bisa dilihat dari tulisan-tulisan ku sebelumnya di blog ini, ada beberapa yang bisa aku ceritakan tentang Samarinda, tentang legenda suku asli Kalimantan (dayak), permasalahan tembang batubaranya, sampai dengan makanan khasnya, atau jika ada yang ingin berkunjung ke Samarinda, aku tidak akan menolak untuk menemani berkeliling kota.

Samarinda itu membosankan, karena permasalahannya beberapa tahun belakangan ini hampir sama saja, yaitu banjir. Iya, beberapa titik di Kota Samarinda jika saat hujan deras turun akan ada genangan air, dan itu jadi salah satu hal yang sangat dibenci oleh warganya, seperti waktu itu saat hari jadi kota ini. Melalui akun twitter @samarindaupdate yang bertanya tentang harapan warganya di hari jadinya yang ke-349, hampir semua yang menjawab ingin Samarinda bebas banjir, padahal jika dilihat di kota-kota lain, banjir juga ada jika hujan deras. Tapi mungkin warga Samarinda memang sudah bosan dengan banjir yang semakin hari semakin  menjadi di kota ini.

 

Samarinda itu membosankan, kotanya sering banjir, makin macet, lebih bagus dari kota tetangganya Balikpapan dan juga Tenggarong, Samarinda juga nggak punya pantai dan pegunungan tinggi, daerah wisatanya juga kurang banyak, tidak mengherankan banyak warganya yang memilih kota tetangga untuk berlibur, dan benar saja apa yang dikatakan oleh beberapa teman dari kota lain yang ada di grup WA #1minggu1cerita sewaktu aku menayakan tentang Kota Samarinda ini.

waaaa
Grup WA #1minggu1cerita

Tapi di balik membosankannya kota kelahiranku ini, ada hal yang dirindukan. Seperti dulu sekitar tahun 2010 aku pernah beberapa bulan ke Jogjakarta untuk bekerja, rasa rindu akan kota kelahiran tidak bisa dibendung, dan akhirnya aku memilih pulang kampung dan meninggalkan pekerjaanku, padahal Jogjakarta adalah kota yang sangat bagus dan berbanding terbalik dengan Samarinda. Mungkin apa yang dikatakan oleh orang dulu atau bahasa gaulnya urban legend bahwa jika sudah meminum air Sungai Mahakam yang ada di Samarinda, kelak kamu akan kembali ke kota Samarinda, wallahualam.

Selain itu yang dirindukan dari Samarinda adalah makannya, yaitu Nasi Kuning. Makanan khas dari Samarinda ini memang beda rasanya dengan nasi kuning yang ada di tempat lain, entah kenapa aku juga tidak tahu kenapa nasi kuning Samarinda memang lebih enak, dan sebenarnya banyak makanan khas Samarinda lainnya yang bisa membuat Samarinda di rindukan (bisa cek di tulisanku sebelumnya Misteri Kuliner Asli Samarinda)

IMG_5184
NASI KUNING

Dan yang terakhir yang sangat dirindukan dari Samarinda adalah kenangan masa kecilnya, walaupun aku masih berada di Kota Samarinda ini sampai sekarang, aku merindukan masa kecilku dulu, bermain bersama kawan-kawanku dari siang sampai sore menjelang maghrib, berenang di Sungai Karang Mumus (anak Sungai Mahakam) yang dulu masih bersih, dan banyak kenangan lainnya yang kurindukan dari Samarinda. Tidak seperti sekarang yang anak kecilnya sudah lebih dewasa dari umurnya di mana dulu saat masih SMP mainan kami hanya bersepeda dan akan pulang saat jam 8 malam, berbeda dengan anak SMP sekarang yang sudah bisa membawa motor hingga pulang lewat dari jam 10 malam.

IMG_5614
Kawan-kawanku dulu

Itulah kampung halamanku yang membosankan tapi dirindukan. Samarinda Kota Tepian.


14232506_1088715961182653_8045225825818396804_n


Selamat Hari Ibu, Kotaku Samarinda

Selamat Hari Ibu, Kotaku Samarinda

 

Hai, bertemu lagi dengan saya. Apa kabar kalian? Semoga semua baik-baik saja, kembali saya akan menulis di blog ini. Masih tentang kota saya Samarinda, tapi akan sedikit berbeda dengan tulisan saya tentang Kota Samarinda sebelumnya, kali ini dalam rangka Hari Ibu, saya akan menuliskan sedikit banyak sisi lain dari Ibu Kota Propinsi Kalimantan Timur ini.

1482159218476.jpg
Monumen Pesut, Ikon Kota Samarinda

Ibu Kota, benar. Samarinda adalah Ibu Kota Propinsi Kalimantan Timur, jika kalian wahai pembaca budiman yang belum pernah ke Samarinda, di sini akan saya ceritakan sedikit tentang kota saya ini. Samarinda adalah kota yang berada di tengah Propinsi Kalimantan Timur, dan di Samarinda terdapat sungai yang terkenal dengan mamalia air tawarnya (pesut), yaitu Sungai Mahakam. Yap, Sungai Mahakam, jika kalian berkunjung ke Samarinda melalui jalan darat dari kota tetangga Balikpapan, kalaian akan disambut oleh keindahan Sungai Mahakam, saya menyebutnya indah karena Sungai Mahakam memang indah menurut saya, sungai yang memisahkan antara Samarinda kota dan Seberang Samarinda (Pantai Seberang atau PANSEB, red) begitu kami menyebutnya.

Sungai Mahakam adalah sungai yang tidak pernah berhenti beristirahat 24 jam, karena sungai ini adalah jalur lalu lintas kapal dan perahu (kapal kecil atau tambangan) yang lalu lalang setiap harinya, mulai dari kapal barang, kapal penumpang, hingga kapal penarik ponton batubara. Ada yang sedikit mencoret keindahan Sungai Mahakam dan sekaligus salah satu alasan saya menulis tentang kota saya ini dari kata batubara sebelumnya. Benar sekali batubara, Sungai Mahakam adalah sungai indah dengan segala aktifitasnya dan keindahan tersebut dikotori oleh lewatnya kapal penarik ponton batubara yang menggunung di atas air Sungai Mahakam. Mungkin bisa kalian bayangkan tumpukan batu menggunung berwarna hitam berada di tengah Sungai Mahakam, dan jangan heran dengan pemandangan tersebut karena pemandangan tersebut sudah ada sejak awal tahun 2000an. Pemandangan yang sudah biasa saya lihat, dan kadang terbesit sedikit pertanyaan dan bisa jadi pertanyaan kalian juga yang membaca “dari mana asal batubara itu?”.

1482159321974.jpg
Tempat distribusi batubara ke ponton 
1482159281457.jpg
Ponton pengangkut batubara yang melintasi Sungai Mahakam

Batubara itu berasal dari tambang yang hampir mengeliingi Kota Samarinda, walau sebenarnya ada beberapa tambang yang berada di luar Kota Samarinda. Salah satu asal batubara yang biasa saya lihat wara-wiri di atas Sungai Mahakam terdapat di salah satu daerah di Samarinda yang bernama Makroman, Makroman adalah desa hijau nan asri jika dilihat dari depan, tapi berbanding terbalik jika sudah masuk jauh kedalam.

1482159338506.jpg
Masukkan keterangan

Sebuah pemandangan tidak baik atau buruk yang ada di Kota Samarinda menurut saya, pemandangan yang bisa mengancam daerah sekitarnya hingga tampak seperti ingin membunuh. Inilah pemandangan daerah tambang yang ada di Makroman,salah satu daerah tambang dari banyak tambang yang ada di Samarinda. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya bahwa pemandangan batubara bisa mengancam daerah sekitar, seperti ancaman kepada Bapak Baharudin. Bapak Baharudin adalah petani yang sampai saat ini mempertahankan sawahnya dari pertambangan Batu Bara milik CV Arjuna.

1482159380832 (1).jpg
Bapak Baharudin, yang sampai sekarang masih mempretahankan lahan pertaniannya dari tambang

 

Datang pada tahun 2000 dan sempat merasakan Panen Raya bersama petani lainnya pada saat itu, Bapak Baharudin kini harus berjuang melawan dengan segala upaya untuk bisa terus bertahan dan kembali merasakan Panen Raya seperti dulu awal di datang ke Makroman.Untuk sekedar diketahui bahwa tambang batubara bisa merusak ekosistem sekitarnya, selain merusak hutan dan mengakibatkan hilangnya daerah resapan yang berakibat banjir, dan air yang berada di bekas daerah tambang juga beracun dan tidak layak untuk digunakan bertani ataupun untuk dikomsumsi. Selain CV Arjuna, masih banyak perusahaan tambang lainnya yang mengancam petani layaknya Bahar, dan bukan hanya di Makroman saja, di daerah lain di Kota Samarinda juga masih ada tambang yang lebih mengancam bahkan pernah menghilangkan nyawa seorang bocah

IMG_20161215_133951.jpg
Bekas lubang tambang yang ada di Makroman yang dikelola oleh CV Arjuna

 

Bocah tersebut bernama Muhammad Raihan Saputra, salah satu korban tenggelam dari 15 anak yang meninggal di lobang bekas galian tambang. Bocah polos kelahiran 2002 tewas pada tahun 2014 saat bermain bersama kawannya di area  lobang bekas galian tambang milik PT Graha Benua Etam di daerah Sempaja Samarinda Utara, ujar Rahmawati ibu Raihan. Saat ini  Rahmawati masih mencari keadilan atas tewasnya Raihan dan juga banyak anak lainnya yang tewas karena lubang tambang melalu petisi di Change.org. Petisi yang ditujukan untuk Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Ibu Siti Nurbaya dan juga Walikota Samarinda Syaharie Jaang. Seperti yang dikutip dari Mongabay.co.id dalam petisi tersebut Rahmawati menulis betapa hancur hatinya saat mendapat kabar bahwa putra kesayangannya meninggal di kolam bekas lubang tambang yang dibiarkan terbuka selama tiga tahun, dan kado pahit yang dia terima saat peringatan Hari Ibu (22/12/2014)

IMG_20161215_170751 (1).jpg
Ibu Rahmawati

Hari Ibu, Seperti  Rahmawati Ibu Kota (Samarinda) juga hancur hatinya karena sampai saat ini sudah 15 anak yang meninggal di kolam bekas lubang tambang, entah apa yang dirasakan Ibu Kota (Samarinda) ini rasakan sekarang, dia merasakan ketidak adilan karena masih banyak tambang yang bisa saja merenggut nyawa anak-anak lainnya. Ya, inilah kotaku Samarinda, kota yang dikelilingi lubang tambang berbahaya. Dalam rangka Hari Ibu, mungkin begitu juga perasaan Ibu Kota Samarinda, sama dengan Ibu Rahmawati, yang mencari keadilan atas semua yang telah dilakukan perusahaan tambang batubara kepadanya. Selamat Hari Ibu, Kotaku Samarinda

Permintaan yang terlalu cepat

Ah, ini hanya secuil keinginan saat nanti pas bertambah umur yang diperkirakan sebentar lagi. Tiba-tiba saja menginginkan dua hal yang mungkin saja tidak bisa langsung tercapai.
Tapi kenapa tidak? Jika waktu berkata lain bisa saja yang kuinginkan itu bisa terjadi. Tidak terlalu susah sebenarnya untuk mewujudkannya, hanya langsung bilang dan setuju, maka bisa tercapai apa yang kuinginkan itu.
Pertama adalah, bisa berada di depan(nya) sambil menikmati kopi dan bercerita tanpa harus sibuk dengan gadget dan lainnya, hanya mendengarkan dia bercerita dan menatap matanya yang sedikit tertutup saat tersenyum. 

  

Kedua adalah berada di sampingnya saat menunggu jingga dari timur di tempat yang menurutku tertinggi di kota ini, tempat rahasia yang selalu jadi tempat saat aku rindu akan kehangatan dari jingga, sambil menceritakan keindahan tempat itu dan semua yang ingin aku ceritakan ke (dia) 

  
Tapi kedua permintaan itu terlalu cepat. Yah, kita liat saja nanti dan semoga tercapai.

Amiinn

This Is Samarinda

tumblr_lmnw8ttRva1qgz0g4o1_500

Hari terakhir dari proyek menulis #30HariKotakuBercerita, wah akhirnya selesai sudah. Banyak yang sudah saya ceritakan tentang kota saya Samarinda, walaupun ada 2 tema yang saya lewati, tapi saya janji akan menuliskan 2 tema itu lain waktu.

Ya, inilah kota saya Samarinda. Ibu kota provinsi Kalimantan Timur, apa yang saya ceritakan di tema-tema sebelumnya sebenarnya belumlah semua yang saya ceritakan. Samarinda banyak cerita, 29 hari kemarin masih belum lengkap.

Apasih yang ada di Samarinda? kalau kalian para pembaca mengira Samarinda itu kota terbelakang dan tidak modern, kalian salah. Dan saya akan menyangkalnya, karena Samarinda itu LUAR BIASA. Mau disamakan dengan Ibu Kota Jakarta? Bisa aja, walau songong rasanya, tapi itulah Samarinda. Kota yang terkadang disepelekan dan dibanding-bandingkan dengan kota tetangganya yang katanya kota paling dicintai, upps. 

Ya, Samarinda hampir sama dengan Jakarta. Mulai dari permasalahannya hingga yang bisa dibanggakan, jangan salah di Samarinda itu hebat. Kita sebut saja Jembatan Mahkota II, jembatan yang terlama pengerjaannya menurut saya, hebat kan? Bekas galian tambang yang menewaskan anak kecil hingga 11 orang, hebat kan? Oke kita bahas lain kali soal 2 itu.

Samarinda itu hebat, iya hebat. Permasalahannya dengan kota-kota besar lainnya sama kok, mulai dari macet, sampah, parkir liar dan lain banyak sebagainya. Samarinda oh Samarinda, jangan salah Samarinda pernah dapat Aga Khan Award waktu itu di Citra Niaga (pernah saya bahas di tema sebelumnya). Samarinda hebat kok, ada band postrock kok, pencipta lagu terkenal juga ada kok sebut saja (M Novi Umar) oiya jangan salah klub sepak bola juga ada kok (Pusamania Borneo FC) terus KPFM (jadi media partner #30HariKotakuBercerita) terus jangan salah, direktur Jawa Pos Grup juga lahir dari Samarinda Azrul Ananda anak dari Dahlan Iskan

Samarinda ada kok bandara, tuh ada Bandara Temindung dan yang akan hadir nanti ada Bandara Sungai Siring, Samarinda punya Big Mall, Tempat rekreasi di Samarinda juga banyak, ada puncak tertinggi di Samarinda (Bukit Batu Putih) yang sering dijadikan tempat selfie para anak muda, Samarinda punya pelabuhan kok, Samarinda juga bakalan ada jalan tol, dan Samarinda juga katanya akan ada kereta api (nggak tau kapan)

Ya, ini Samarinda. Anak mudanya kreatif, banyak yang keren-keren, seni dan budayanya juga masih oke kok. Walau kadang dilupakan. This Is Samarinda punya situs web andalan Undas.co dengan taglinenya “Situs Andalan Samarinda”. Samarinda punya juga kok yang seperti Go-Jek namanya The Kurir yang sudah mulai dari tahun 2012 lalu berjalan (oke yang 2 terkahir sedikit promosi karena emang kerjaan saya, tapi itu keren)

Samarinda, kota saya. Kota hebat yang ada di timur kalimantan, dan MASIH DALAM KAWASAN INDONESIA

Oke, terima kasih sudah membaca tentang Samarinda melalui #30HariKotakuBercerita

THIS IS SAMARINDA

Di Rumahku, Di Kali Benawa

Ini ada sebuah gang yang ada di Samarinda Kalimantan Timur, saya tinggal di sini sudah sekitar 20 tahun. Inilah sebuah gang yang saya tau perkembangannya mulai dari jalannya masih rawa hingga sekarang sudah bersemen, di sinilah saya dibesarkan. Kali Benawa, tempat saya bermain layaknya anak-anak dulunya berlarian hinggan bermain petak umpet, dan tempat yang kuanggap semuanya yang tinggal di dalam gang ini adalah keluarg. Masih teringat jelas saat saya harus berkumpul dengan teman-teman saya sampai malam hari hanya untuk bercerita dan bermain gitar.

  
Kali Benawa sudah saya anggap seperti rumah, karena jika sudah masuk kedalam gang ini sapaan dari orang-orang terdengar sangat ramah. Ah, entah kenapa rasa semua yang ada di dalam gang ini membuat saya menjadi aman dan nyaman. Dan memang saya tinggal di gang ini.
Kali Benawa, dulu punya sebuah klub sepakbola bernama REGAS MUDA, sebuah Klub yang yang namanya diambil dari klub di Sulawesi Selatan, Bone sana. Ya karena mayoritas warga yang ada di Gang Kali Benawa adalah bersuku Bugis, termasuk saya. REGAS MUDA, ah saya rindu dengan mereka, jarang mendapat juara tapi jika sudah bertanding di lapangan hijau (liga tarkam) jangan heran akan suporter yang hadir bisa sampai membawa 2 bis dan angkot untuk mengangkut semua supporternya. Oh saya masih ingat harus lari ketengah lapangan membawa bendera hanya untuk merayakan selebrasi gol dari Regas Muda, ya saya cuma seorang suporter, hehehe.

  
 Tak hanya itu Kali Benawa juga dulu punya Band yang bisa di perhitungkan ddan sering mengikuti festival di Samarinda, dulu nama bandnya ada Executive Funky dan Funky Tech sudahlah kalau mau membahas soal band ini bakalan tidak cukup waktu untuk menceritakannya.
Kali Benawa. Rumahku

Kerupuk Mihun

Sebenarnya sudah pernah menuliskannya ini di blog yang dulu sekali, tapi apa salahnya saya post ulang di blog lama tapi baru atau baru tapi lama.

pic by http://sockupeace.blogspot.co.id/2010/09/krupuk-mihun.html
pic by http://sockupeace.blogspot.co.id/2010/09/krupuk-mihun.html

KRUPUK MIHUN, Nah ini dia salah satu jajanan anak sekolah dasar (SD) yang menurut saya paling digemari pada saat itu (jaman saya SD). Jajanan yang dibuat dari Kerupuk yang terbuat dari beras dan dibentuk tipis dan melebar seukuran dengan kertas tulis anak SD dan di atasnya di beri mihun/bihun dan sedikit sambal diatasnya, hmmm yummy (jadi laper nich)

Di tahun sekarang ini mugkin kerupuk mihun sudah sangat jarang di temukan di SD-SD yang ada di samarinda, itu karena mungkin juga telah tergeser oleh jajanan/makanan cepat saji yang sekarang sudah mulai banyak dijual di sekitar SD, tapi ada beberapa kantin SD juga yang masih mempertahan kan tradisi menjual Kerupuk mihun.

Kenapa kerupuk mihun jadi jajanan kegemaran anak SD pada saat itu? Menurut saya karena dari harganya yang sangat murah, kalau dulu masih Rp.300 s/d Rp.500 (tahun 90an) dan pada saat makan nya juga asik bisa barengan sama teman yang lain, dan kalo misalnya salah teknik makan bisa saja mihun nya jatuh dan mengotori seragam sekolah (wkwkwkwkw ketahuan dulu gak sering salah cara makan nya)

Kenapa saya menulis tentang Kerupuk mihun ini? Ya karena saya merindukan saat SD dulu, sama halnya dengan teman-teman saya, mereka juga sangat rindu dengan masa SD dulu. Ada beberapa teman saya yang kepengen banget makan Kerupuk mihun sampai-sampai berniat untuk membuatnya sendiri, saya langsung mengatakan kepada dia kalau rasanya bakalan beda, ya kenapa beda? kalau untuk rasa di lidah memang sama tapi sebenarnya yang membedakan adalah suasana dan nikmatnya makan krupuk mihun bareng teman-teman SD. Pasti akan terasa bedanya krupuk mihun yang dibuat sendiri dengan yang dibeli dengan ACIL kantin SD (hoho berasa nostalgia nich)

Seperti inilah bentuk kerupuk mihun yang sekarang gak ada bedanya dengan yang dulu hahahai

Blog at WordPress.com.

Up ↑